Cerita Horor di Kapal pesiar (1) || Dicegat kuntilanak

Hati2… mungkin anda dicegat juga…

Kali ini ngebahas yang agak beda dikit ya, bukan tentang motor, hobi, atau traveling. Kali ini saya mau bagi-bagi cerita Horor, bukan pengalaman pribadi sieh, tapi dialami teman satu tempat kerja di kapal pesiar.

Nama kapalnya sengaja saya tidak sebutkan, dan yang jelasnya kapal pesiar ini cukup terkenal di dunia. So… ga usah dah bawa-bawa nama perusahaan atau nama kapal ya… biar ga ada masalah kedepannya.

Kejadian ini dialami oleh teman saya seorang cook yang bernama Dedik (nama samaran), kegiatan dia sehari-hari di kapal pesiar itu selain masak, dia juga punya tugas untuk pick-up store di Provision atau storeroom. Sebenarnya Dedik ini orangnya sangat mudah ngelihat penampak hantu-hantu ya bisa dibilang dia ini “melik” Bahasa Balinya orang yang sangat mudah melihat penampakan-penampakan, dia ini asli Bali.

Pada suatu hari, tidak seperti biasanya dia agak lambat mengambil storenya. Biasanya anak-anak cook mengambil orderannya atau bahasa kerennya “pick-up store” sebelum jam 12 siang, jam 5 sampai jam 9 malam, dan dari jam 12 sampai jam 5 itu storeroom tidak ada kegiatan . saat jam operasi sangat banyak orang-orang yang berlalu-lalang disini, Jadi kesan seram ditempat itu hampir tidak ada.

Karena kesibukannya, Dia tidak sempat pick-up store di pagi hari, dia datang ke storeroom jam 2 siang. Di hari-hari sebelumnya tidak pernah ada kejadian janggal yang dialami,begitu juga saat memasuki kawasan storeroom saat itu tidak ada pirasat aneh yang dia alami. Sekedar gambaran sedikit tentang Storeroom di kapal ini yang terdiri dari 2 lantai, di lantai 1 terdiri dari penyimpanan drystore yang terletak di ujung lorong, setelah itu tempat beverage – beer, dan yang paling dekat dengan elevator tempat penyimpanan beras, pisang dan cheese . Sedangkan di lantai 2 ada barang-barang produce dan frozen.

Balik lagi ke cerita, Saat itu Dedik pun sampai di storeroom, suasana saat itu benar-benar sepi, maklum saat dia datang kesana itu bukan jam operasionalnya storeroom. biasanya barang-barang yang diorder itu dikeluarkan sebelum jam 12 siang, dan dibiarkan tertata didepan setiap ruangan storeroom. Jadi Cook yang agak lambat mengambil barangnya ga perlu worry kalo barangnya ga dikeluarkan.

Setelah selesai pick up barang-barang seperti buah-buahan dan sayur-sayuran dari lantai 2, diapun melanjutkan mendorong trolley nya ke lantai 1 melewati elevator, lalu melewati lorong kapal menuju ke arah dry store yang ada paling ujung lorong, saat itu tidak ada kejanggalan yang dirasakan dia, maklum hari itu masih siang, lebih tepatnya jam 2 siang.

Sampailah dia di ujung lorong di depan dry store, storenya yang berupa makanan kaleng sudah ada di depan storeroom. Jadi ini tugas terakhirnya dia sebelum meninggalkan storeroom. Tapi ada sesuatu yang aneh terjadi, saat dia memalingkan pandangannya ke ujung lorong tempanya akan lewat dengan trolley, samar-samar dari kejauhan ada sosok berbaju putih terlihat berada ditengah-tengah lorong, tepatnya di depan beer-soda storeroom. Masih ga percaya dengan apa yang dia lihat, dia coba agak mendekat sedikit namun sosok tersebut semakin jelas terlihat, penampakan kuntilanak terdiam begitu saja.

Sontak dia mau kabur ke arah berlawanan melalui tangga, namun niatnya itu tidak dia laksanakan “kalo kabur lewat tangga, trus gimana dengan trolley yang isinya barang-barang orderan, masak ditinggal begitu aja”, pikirnya saat itu.

Saya gambarkan sedikit tentang lantai 1 storeroom ini, di ujung lorong yang satunya itu ada elevatornya, kalo mau akses ke lantai 1 atau lantai yang lainnya dengan trolley itu harus memakai elevator, dan ujung lorong yang lagi satunya lagi cuma ada tangga. Mau tidak mau kalo keluar dari lantai 1 harus memakai akses elevator.

Dengan sangat terpaksa dia harus mendorong trolleynya melewati tempat embak kunti tadi berdiri. saat itu dia hanya menunduk sambil terburu-buru mendorong trolley nya berharap nggak akan terjadi apa-apa. Bener saja, saat dia melewati mbak kunti, dia tetap menunduk dan akhirnya sampai lah dia di elevator.

Jam 5 sore, storeroom pun rame dengan aktivitas seperti biasa, banyak orderan dari cook dan bar, saya yang saat itu berada di dalam beer storeroom. Lalu tiba-tiba Dedik manggil “Bli nyoman, bli, bli, disini sering ada cewek ya”. “Ya emang banyak cewek kok yang sering pick-up store”, saut saya ke dedik.

Dedik pun mendekat dan menceritakan, kalau maksudnya bukan cewek beneran, tapi cewek “mbak kunti” yang mencegat dia di siang sebelumnya. Setelah dijelasin baru ngerti maksudnya dia, dia pun cerita tentang hal dia alami seperti yang saya ceritakan diatas sebelumnya.

Kita pun share pengalaman.sebenarnya mbak kunti ini penghuni storeroom yang sering menampakkan diri saat-saat jam tertentu. Saya pun pernah diperlihatkan sosoknya jauh sebelum dialami sama dedik. Sosoknya tinggi, rambut panjang terurai, berpakaian daster panjang, mukanya saya tidak begitu jelas bagaimana. karena saat itu saya melihatnya dari kejauhan.

Setalah kejadian tersebut, dedik agak berpikir seribu kali kalo mau ke storeroom pas jam-jam sepi, apalagi harus melewati lantai satu storeroom. Menurut saya pribadi yang kesehariannya bekerja di tempat ini, hal tang terjadi dengan dedik terbilang wajar, dianya sendiri yang orangnya agak mudah banget ngelihat penampakan-penampakan.

Selain prnampakan kuntilanak, banyak hal- hal yang janggal sering terjadi dikapal ini, mulai dari hantu penghuni laundry, manusia yang tiba-tiba hilang di dalam elevator. Yang akan saya ceritakan di lain kesempatan di lain artikel namun di blog yang sama.

Sekian dulu cerita singkat saya kali ini, maaf kalo tulisan dan alur ceritanya nggak enak dibaca, maklum bukan tamatan sastra wkwkwkwk. Trimakasih… dan sampai ketemu di tulisan saya yangvlainnya

Perjalanan pendakianku

Di puncak gn. batukaru Bali

Berawal dari sekedar angan-angan untuk bisa mendaki gunung. Namun takut dan tak tau bagaimana harus memulainya, apalagi gunung selalu saja diliputi dengan berbagai cerita-cerita yang membuat angan-angan itu serasa mustahil untuk dilakukan. Terlahir sebagai orang Bali yang memandang gunung itu sangatlah sakral dan di Bali itu tidaklah ada budaya mendaki gunung seperti di daerah-daerah lainnya di Indonesia yang sedari awal anak-anak sekolah sudah dipupuk untuk mendaki gunung dan mencintai gunung.

Namun di tahun 2013 tepatnya 22 September 2013, semua itu tidaklah sekedar angan-angan. Walaupun saat itu saya mengalami sakit Cikungunya akibat gigitan nyamuk cikungunya, nggak melunturkan niat ini untuk mendaki Gunung Batur untuk pertama kalinya. Bersama Kripala Bali, kita mendaki gunung Batur, bagi teman-teman kripala Bali pendakian ini merupakan pendakian yang kesekian kalinya.

Semenjak itulah kalo Kripala ada rencana untuk mendaki, pasti saya ikut. Bukan bermaksud sombong, karena masih banyak dari teman-teman yang sangat jauh lebih senior senior daripada saya dalam pendakian, berikut gunung-gunung yang pernah saya daki, saya post disini sekedar jadi tempat untuk mengenang masa-masa itu.

GUNUNG BATUR, Pendakian pertama.

Pendakian pertama Gn. Batur – Bali 22 sep 2013

Pendakian pertama jadi pembelajaran, mendaki saat kondisi sakit. Kena penyakit cikungunya. Gn. Batur – Bali 22 Sep 2013

GUNUNG RINJANI

Pendakian kedua Gn. Rinjani
Pendakian kedua di Gn. Rinjani

Pendakian keDua,Menjadi pengalaman yang sangat berharga, pendakian Gn. Rinjani muncak pada 9 okt 2013. Ini lah gunung terberat yang pernah saya daki dan gung terindah.

GUNUNG AGUNG

Pendakian keTiga Gn. Agung – Bali 12 okt 2013
Gn. Agung – Bali

Pendakian saya yang ketiga, tepatnya beberapa hari setelah turun dari Gunung rinjani.

GUNUNG SEMERU

Pendakian keEmpat, Gn. Semeru 10 Sep 2014
Di kali mati, Gn. Semeru

Siapa yang nggak tau gunung ini, gunung paling terkenal di kalangan pendaki. Gunung Semeru

GUNUNG ARGOPURO

Pendakian keLima, Gn. Argopuro 23 Jul 2015

Lihat foto diatas saat kita berada di puncak argopuro, foto dari kiri – kanan, Kakak (Wyn. Ardika), Ayah Kayatsudin, saya sendiri dan paman. Gunung dengan trek terpanjang di Jawa.

GUNUNG SLAMET

Pendakian keTujuh Gn. Slamet 15 jul 2016
Pendakian Gn. Slamet dengan saudara kandung

GUNUNG LAWU

Pendakian KeDelapan Gn. Lawu 18 jul 2016

Ini pendakian pertama saya dalam sekali berangkat langsung 2 gunung sekaligus, gunung Slamet & gunung lawu.

GUNUNG CIREMAI

Pendakian keSembilan Gn. Ciremai 15 Apr 2018
Di puncak ciremai

Gunung Ciremai membuat saya terkesan dengan kebersihannya, benar-benar gunung ini sangat Indah dan bersih👍👍👍

GUNUNG BATUKARU

Gn Batukaru 25 Des 2020

Gunung yang nggak begitu tinggi namung dengan medan yang super.

Trimakasih sudah menyempatkan waktu untuk hadir ke blog saya ini🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

150cc 2 tak vs 250cc 4 tak, 150cc harus menang || Ninja 150R/RR VS ZX25R

Lagi rame nieh… Ninja 150RR VS ZX25R, Ninja 150RR Ngasapin ZX25R yang unggul 4 silinder. Jika dilihat dari spek diatas kertas, sangat jauh perbandingan antara Ninja 150RR VS ZX25R. Dari segi power, jumlah silinder, jumlah inlet… pokoknya jauh. Power standar Ninja 150RR itu cuma 28Hp bandingkan dengan ZX25R yang 51Hp, hampir dua kali lipatnya bro..

Eeeiiit, jangan happy dulu bro… potensi dari Ninja 150RR ini masih tersimpan dalam, sangat dalam banget. Lihat dulu motor sekelasnya macam NSR 150SP atau NSR 150R yang standarnya mencapai 39Hp, itu standar loooh. Jadi Monsternya lagi malu-malu nunjukin kekuatannya, nunggu digepok dulu pantatnya biar galak…. wkwkwkwk. Small tuning only can make you fly… ber english segala… wkwkwkwk. Penulis dari blog ini bukanlah seorang mekanik, tapi sangat tau seluk beluk mesin, so… tak jabarin satu-persatu ya… so stay on this blog okeeeh..

Seperti yang dilakukan RatMotorsport dengan beberapa korekan seperti, ganti karburator dengan ukuran gambot keihin PWK 38 Airstrike, blok silinder semua port nya ditata ulang, racik ulang knalpot, kampas kopling pake punyanya scorpio dan cuma segitu aja…. apa yang terjadi…?? Power meningkat dari standarnya yang cuma 28Hp (diatas kertas) menjadi 49Hp On Wheel. Lebih lengkapnya silahkan brader kunjungi blognya Ratmotorsport dengan power segitu sudah sangat ringan buat ngasepin motor 4 silinder 250cc ZX25R.

49.4HP@11,839Rpm itu on the wheel ya, itu terbilang sangat besar, walaupun dibandingkan dengan power On wheelnya ZX25R yang dikisaran 42HP, ya diatas kertas sieh emang besar 51Hp, itu kan diukur di Crankshaft. So dengan entengnya dah bisa ngasapin tuh ZX25R.

Walaupun spek kedua motor ini udah nggak standar lagi antara Ninja 150R/RR dan ZX25R, tetap aja Ninja 150R/RR TIDAK bisa dikalahin ama ZX25R. Orang rumusnya aja antara motor 2 tak dan 4 tak itu 1:1,6 sampai 1:2. Maksudnya begini, jika motor 2 tak kapasitas mesinnya 150cc maka motor 4 tak haruslah kapasitas mesinnya 240cc – 300cc supaya seimbang power dan speednya.

Masih belum percaya?? Ingat saat GP500 mengalami transisi ke MotoGp 4 tak, MotoGp 4 tak saat itu kapasitas mesinnya 990cc dan saat iti kedua mesin ini diadu di sirkuit yang sama dan di race yang sama, dan apa yang terjadi, motor mesin 2 tak 500cc saat itu masih sangat bisa menyaingi larinya motor-motor bermesin 4tak.

Jadi jangan heran ya kalo motor 150cc bisa ngasapin motor 250cc 4 silinder…

Sekian dulu, trimakasih sudah berkunjung ke blog ini, nantikan tulisan-tulisan saya yang berikutnya… ciao..

Motor tahun 60’an, cuma 50cc tapi punya 14 gigi persneling || Suzuki RK67

Di tulisan sebelumnya saya ngebahas tentang motor 50cc 2 tak yang bisa berlari sampai 200kph yaitu Kreidler Van Ven 50GP dari Jerman. Nah di tulisan kali ini masih ngebahas dari kelas yang sama namun dari benua yang berbeda, dari Pabrikan jepang, SUZUKI. Yaitu suzuki RK67, nah jika Honda RC 116 (pembahasan berikutnya) terkenal akan motor 50cc dengan RPM paling tinggi (21,500rpm), maka Suzuki RK67 terkenal akan jumlah perbandingan gigi persneling terbanyak yaitu 14 Speed. Apa ga capek ya mindah-mindahin gigi mlulu…

Pada jaman itu, regulasi kejuaraan dunia granprix motor tidaklah seketat jaman sekarang. Semua pabrikan bisa ngelakuin apapun yang mereka mau asalkan ada niat. Makanya Suzuki datang dengan pemikiran yang sangat revolusioner di jamannya. Teman-teman pada tau kan, semakin kecil kapasitas motor maka power dan torsi akan semakin kecil, Jalan satu-satunya untuk meningkatkan power sebesar-besarnya yaitu membuat mesin berputar sekencang-kencangnya. Namun konsekuensinya torsi akan menjadi sangat rendah, dan powerband ada di rentang RPM yang tinggi. Untuk mengakali dropnya power saat perpindahan gigi, maka suzuki memberi solusi dengan memasangkan dengan jumlah perneling 14 speed. Nah jadi itu alasannya kenapa jumlah giginya buanyaaak banget.

Seperti yang dibahas diatas, Suzuki membuat mesin 50cc ini bisa berteriak sampai 17,300RPM. Rahasianya ada di jantungnya motor ini. Mesin dengan spek yang sangat tinggi, jumlah silinder 2 aka Twin 2 stroke. Ukuran pistonnya sangat imut, lebih besar dikit dari jempol, cuma 32,5mm. Stroknya super pendek 30mm yang membuat mesin ini sangat mudah mencapai 17,300RPM tanpa mengalami over heat, plus sistem pendinginannya udah ngandelin liquid cool ya. Motor jaman Now yang bisa ngalahin putaran mesin motor ini cuma satu, ZX25R.

Gimana dengan powernya, dahsyaaat bro… powernya ngalahin motor 150cc jaman now. Max powenya 17,5HP @17.300Rpm trus top speednya juga gila bro… 176kph… dijamin CBR150, GSX150 or R15 diasapin.. apalagi dengan bobotnya cuma 58kg, jauh lebih ringan dari Yamaha Mio yang dibawa emak-emak kepasar.

Berikut ini spek lengkap dari Suzuki RK67

Suzuki RK67 specs

◦ Engine : 2 Stroke Twin Liquid Cool

◦ Power : 17.5 HP @ 17,300RPM

◦ Bore x Stroke : 32.5mm x 30mm

◦ Displament : 49.7cc

◦ Compression Ratio : 8.3 : 1

◦ Transmission : 14 Speed

◦ Weight : 58kg

Trimakasih sudah berkunjung ke blog ini, kunjungi juga channel youtube saya MANGJANAVLOG vlog yang ngebahas tentang pelaut, traveling, hobi dan otomotif. Dan nantikan tulisan saya berikutnya.

Kapasitas mesin cuma 50cc, tapi bisa lari sampai 200km/jam ||Kreidler van veen 50GP

Hey semuanya, selamat datang di mang jana vlog.
Di Blog kali ini saya akan membahas tentang motor classic yang melebihi jamannya.
motor ini kapasitas mesinnya cuma 50cc, sangat jauh lebih kecil dibandingkan sepeda motor jaman NOW, yang kapasitas mesinnya diatas 100cc.


Perkenalkan motor ini keluaran Kreidler dengan julukan #kreidlerVanVeen50
keluaran tabun 70an
Jangan remehkan motor ini, Dibalik mesinnya yang extra mungil ini tersembunyi monster yang sangat buas, Bayangkan mesin 50cc nya ini bisa memproduksi power 19bhp, setara motor sport 150cc jaman now dengan teknologi extra tinggi.
Yang bikin melongo itu top speednya 200km/jam, ZX25 maaf dulu ya, permisi… mbah numpang lewat dulu.

Rahasia kebengisan motor ini ada di mesin yang berjenis 2 tak 50cc dengan katup rotari, berbandingan bore x strokenya 40mm x 39,7mm. Dengan mungilnya seher dan stroke yang extra pendek, membuat mesin ini sangatlah ringan berkitir melebihi 16.000 Rpm. Saking tingginya putaran mesinnya, mekanik dari kreidler tidak menyarankan pembalapnya untuk mengoperasikan mesinnya dibawah RPM 8000, dan jika terlalu lama dioperasikan dibawah itu maka businya riskan mati.
Jadi anak kemarin sore jangan ngarep bisa naik motor ini ya, yang membutuhkan skil kelas dewa.

Sebagai bukti dari kehebatan motor ini, saat awal 70an sampan awal 80an telah memenangkan 7 kali juara dunia sekaligus di kelas GP 50cc, nah hebat ga motor mungil ini.

Nah, Spek lain dari Kreidler Van Veen Gp Racer ini,yaitu rasio kompresi 15:1, karburator 28mm, transmisi 6 kecepan dry clutch alias pake kopling kering, sistem pengapian CDI Krober Ignition, dan banyak lagi spek-spek kelas atas dari motor ini.

So, kalau teman-teman punya motor sport yang hanya keren di tampang atau keren di suaranya aja, jangan bangga dulu ya. Masih ada motor tua yang jauh lebih heboh.

Sooo… sekian dulu Tulisan saya ini, ingat… bantu channel mangjanavlog berkembang dengan kunjungi channelnya (klik disini)Like Videonya, subscribe channelnya dan di Share ya… trimakasih…

Kenapa memilih keeway V250Fi, dibanding motor Custom??

Hey semuanya, selamat datang di blog sederhana ini Blog of MangJanaVlog. Blog ini terhubung dengan Channel youtube dari MangJanaVlog. Di tulisan kali ini saya akan membahas tentang Benelli Keeway V250Fi atau yang beken dipanggil keeway vtwin 250cc. Pembahasan tentang motor ini juga saya bahas di channel youtube mangjanavlog.

Back to topik… Banyak sekali peminat si mini cruiser bermesin V Twin 250cc, dan banyak juga yang nanya-nanya seputar motor ini, ya… saya kan salah satu vlogger/blogger yang berhuntung dapat nyobain langsung gimana motor ini, jadi banyak yang nanya “bli, worth ga sieh beli motor ini dibandingkan dengan bikin motor custom yang bergaya serupa?”, “gimana sieh riding motor ini?”, dan banyak lagi pertanyaan yang langsung datang ke komen channel youtube mangjanavlog.

Pertanyaan paling menarik tentu yang nanyakan tentang membandingkan jika beli motor ini atau ngebangun motor tua di’custom jadi bergaya serupa. Naah yuuuk kita bahas satu persatu tentang pertanyaan ini.

Kita lihat di sisi harga, kisaran harganya ada di 60 jutaan, dengan uang segitu kita dapat mesin 2 silinder konfigurasi V atau V Twin, kapasitas 250cc. Dengan mesin V Twin ini kita dapat 2 keunggulan, Desain dan suara knalpot yang menggelegar. Tapi kok ga masukin performance aka power, di motor ini kita ga ngomongin soal power, masih banyak motor satu silinder dengan power yang jauh lebih besar. Kita bandingkan dengan motor seperti Honda Tiger dan Yamaha Scorpio yang di custom serupa keeway V250Fi, kedua motor ini sudah jelas agak kurang enak dipandang dari segi mesin, mesin satu silinder membuat area bawah tangki agak kosong dan terlihat banyak ruang kosong. Begitu juga dengan suaranya, brader semua pada tau gimana suara motor 1 silinder kan, dibandingkan dengan V Twin sudah tentu kalah ngeBLAR….

Masih dari segi UANG ya, yuk main hitung-hitungan dulu. Kisaran harga Honda Tiger standar ada di rentang 10jt – 15jt dan Yamaha Scorpio 15jt -20jt, itu tergantung kondisi dan tahun keluaran. kita pukul rata saja di harga motor 15jt, Biaya modif dan ganti berbagai part custom bisa sampai 20jtaan. Meliputi pergantian, shock depan upside-down, shock belakang, modif rangka, custom body-tangki, custom spakbor depan-belakang, stang, piranti pengereman, roda-roda (komplit ban, pelek dan jeruji), tune-up mesin, pengecatan dll. Jika dijabarkan satu persatu, mungkin menghabiskan lebih dari 20jtan diluar harga motor. Jika di total menghabiskan uang 40jutaan untuk motor custom, itu belum pasti beres ya, kemungkinan motor tersebut rewel dari segi mesin. Sudah rahasia umum semakin tua motor, maka kerusakan pada mesin akan merembet kemana-mana.

Belum lagi detailnya, sudah pasti keeway v250fi ini dari segi detail body sangatlah rapi, sabungan antara body to body lebih presisi, las-las’annya juga menentukan. Motor keluaran pabrikan sudah pasti menjamin pengelasan rangkanya sangat presisi.

Jadi gimana menurut brader semua, mana lebih cocok, bikin motor custom atau beli yang sudah jadi??

Test Ride & Review Benelli Keeway V250Fi, Melebihi ekspektasi

MangJanaVlog || Setelah melihat langsung Keeway V250Fi ini di Dealer Benelli Motor di Jl. Veteran Denpasar, akhirnya setelah beberapa hari MangJanaVlog bisa merasakan langsung motor ini. Benelli Motor Bali memberikan kesempatan untuk test ride motor ini di seputaran Denpasar – Bali. Akhirnya… Keinginan untuk ngerasain langsung motor ini terwujud juga, thanks to Om Rudy yang sudah minjemin motor ini.

Nah… tanpa tunggu lama-lama, Segala perlengkapan riding sudah siap, Helm, masker, Jaket, dan tak ketinggalan Gopro untuk mengabadikan momen ini. Pertama sudah tentu nyobain duduk dulu, nyari posisi uenak dulu ya, geser-geser pantat dikit, trus posisikan kaki di footstep. Ingat… motor ini posisi footstepnya seperti HD ya, posisinya jauh di depan, alias kaki ngejengkang kedepan.

Tancaaap Gas, langsung digeber mesinnya, diajak meliuk-liuk dikemacetan kota, berakselerasi Stop n Go, dan sekalian test pengereman dengan melakukan pengereman keras. Bener-bener motor ini melebihi ekspektasi bro… Larinya enak banget, ringan, walaupun terasa sedikit getaran di putaran atas, tapi tidaklah begitu keras atau bisa dibilang tidak begitu mengganggu. Akselerasinya mantaap, trus yang bikin kePDan ya, suaranya itu bro… wuiiih… Blar Blar… brbrbrrruuum… Sampe-sampe pas di trafic light, ada rider disamping pada melirik penasaran. Pada kepo dengan si V twin 250cc ini, brader juga bisa lihat videonya dibawah ini.

Review Benelli Keeway V250Fi

Setelah melihat dan test ride langsung, dapat disimpulkan Plus-Minus nya motor ini. Lets Go kita bahas motor ini satu persatu ya. Dimulai dari segi mesin, Mesinlah menjadi kunci dari motor ini, kan mesin merupakan jantungnya sebuah motor ya… hehehehe… Sepertinya teman-teman sudah pada tau motor ini dibekali Mesin 250cc V Twin, SOHC berpendingian sepoi-sepoi atau pendingin angin. Setelah test ride, bisa dirasakan bagaimana sieh karakter mesinnya. Power dan Torsinya sudah terasa semenjak putaran mesin rendah, hal ini dipengaruhi oleh mesinnya yang Over stroke atau stroke’nya lebih panjang dibandingkan diameter sehernya. Bore x Strokenya 49mm x 66mm, Strokenya itu bisa dibilang sangat panjang ya, bahkan lebih panjang dari Honda Tiger 62,2mm. Sudah Pasti Torsinya sangat badak, diajak Stop n Go ga ada masalah, akselerasinya sangat ringan. Powernya 16,8 Hp @8500Rpm tergolong biasa-biasa saja, namun…. ada Tapinya ya, Motor berjenis Cruiser itu tidaklah mengutamakan yang namanya POWER. Teman-teman bisa bandingkan Moge sekelas HD dan supersport 600cc. HD yang kapasitas mesinnya diatas 800cc kalahkan power dari Supersport sekelas CBR600RR, Itu disebabkan motor-motor Cruiser itu tidak mengutamakan power.

Mesin V twin 250cc, terlihat gede banget ya..

Jadi Jika nggak mengutamakan power, jadi apa dong yang diutamakan?? Sudah pasti dari segi kenyamanan, Riding dengan motor ini,… wuiiih sudah ngerasain langsung ya, riding positionnya itu enak banget, bisa dibilang SANTAI banget. Biasanya jika kita riding memakai supersport atau motor laki biasa, badan kita dipaksa ngebungkuk, dan berat badan kita itu berfokus di pergelangan tangan daaaan sudah tentu capeknya itu bukan main, tangan, leher dan punggung sudah pasti pegel. Beda dengan motor ini, impresi pertama mengendarai motor ini seperti naik maxi Scooter sekelas Nmax, tangan tinggi, kaki selonjoran kedepan, pokoknya kita diajak sante.

Kembali lagi ke pembahasan Keeway V250Fi aka Keeway 250 V Twin ini. Yaitu dari sisi panel, speedo dan kelengkapan lainnya. Speedometer ada di tangki dan sudah berjenis digital, dan ada yang unik dari sisi setang, lebih tepatnya di panel switch kiri dan kanan, tombol atau switch lampu seinnya ada dua dan ada di kedua sisinya, di sebalah kanan dan kiri, jika mau berbelok ke kiri maka pencet switch yang di sisi kiri dan sebaliknya jika mau berbelok ke kanan, pencet yang kanan.

Agak kebelakang dikit ke tangki bensinnya, kapasitasnya bener-bener bukan main bro, 20 liter menjadikan motor ini memiliki tangki terbesar jika dibandingkan dengan motor-motor sport yang lainnya. Berikutnya dari sadelnya tipe bertingkat khas motor cruiser semacam HD Street 500. Posisi duduknya nyaman banget diajak diperkitaan ataupun diajak touring jarak jauh.

Sisi plus lain dari motor ini ada di connector USB yang ada di sisi kiri dibawah komstir, dijamin no worry saat touring jarak jauh n batre gadget abis, ya tinggal colokin aja.

Pendakian Gunung Batukaru lewat Jatiluwih, Medannya extra ganask

MangJanaBlog || Pagi itu hari terlihat mendung dan ada ciri-ciri akan ada Hujan di sore haringnya. Sesuai yang direncanakan sebelumnya, kita terlebih dahulu ngumpul di Rumah Sawah ( Rumahnya Bapak Kayat Sudin, ketua dari Kripala) yang berlokasi di Gianyar – Bali. Jam Menunjukkan di angka 9:30 pagi, kita pun ber 23 orang berangkat menggunakan 4 buah mobil. Lokasi Pendakian yang kita pilih melalui Desa Jatiluwih Tabanan, Sebenarnya ada dua lagi jalur pendakian lainnya, yaitu dari Wangaya Gede dan Pujungan. Rencananya kita melalui Wangaya Gede, tapi beritanya lewat disana tidak diijinkan karena harus melalui Pura Batukau / Batukaru yang sangat disakralkan oleh umat hindu Bali.

Jam 12 siang kita sudah sampe di lokasi pendakian, yaitu di Desa Jatiluwih. Yang bikin kita terkejut dengan lokasi start pendakian di Jatiluwih ini adalah posisi awal kita mulai itu sangat jauh dibawah atau lebih tepatnya kita mulai dari kakinya gunung Batukaru (1900 meteran), sedangkan tinggi gunung ini 2276 meter. Berarti gunung ini memiliki karakteristik seperti gunung-gunung di luar Bali. Just info, gunung-gunung di Bali biasanya titik pertama kita mulai mendaki itu sudah ada di pinggangnya gunung, seperti Gunung Agung dan Gunung Batur.

Jam 12:30 siang pendakian kita mulai dari wantilan Pura Luhur Bhujangga Waisnawa, diawali dengan jalan beton yang tidak begitu menanjak. melewati hutan bambu, habis jalan beton kitapun disambut jalan setapak yang mulai menanjak seiring bertambahnya jarak pendakian. Beberapa dari kita sudah menunjukkan muka kecapekan, terutama keponakan saya “Arika” yang juga ikut dalam pendakian ini.

Dalam pendakian ini kita ada 23 orang, terbilang cukup banyak jika dibandingkan grup-grup pendakian pada umumnya, dan juga umur kita juga terbilang rentang satu sama yang lainnya itu terpaut jauh. Bahkan beberapa dari kita ada yang masih SMP dan ada yang sudah berumur 50 tahunan.

Tidak terasa kitapun sudah hiking 3 jam melewati hutan yang sangat lebat dan sangat lembab, saking lembabnya jalur pendakian ini, beberapa dari kita tergigit pacet atau lintah darat. Tidak hanya satu atau dua, beberapa dari kita ada yang digigit 7 pacet sekaligus. Gunung Batukaru ini sudah sangat terkenal akan keganasan alamnya, terutama dijalur pendakiannya banyak sekali mahluk-mahluk kecil yang haus darah ini yang sudah siap menyambut para pendaki yang pas lewat didepannya.

Hal yang kita khawatirkanpun terjadi, Hujan. Hal yang paling sangat dibenci oleh para pendaki, hujan membuat semua jadi kacau. Jarum jam menunjukkan pukul 4 sore, Hujan gerimis sudah mulai turun dan membuat suasana pendakian berubah. Yang awalnya pendakian terasa sante dan enjoy, berubah menjadi agak kawatir. Kawatir jika hujan membuat jalur pendakian menjadi licin, kawatir akan basah kuyup, kawatir akan serangan dingin (hipotermia) dan banyak lagi. Semakin lama hujan semakin menjadi-jadi, untungnya kita sudah mempersiapkan senjata penolak hujan…. hehehehe… maksudnya Jas hujan. Tapi tetap saja, baju yang sudah terlanjur basah oleh keringat, membuat badan ini terasa kedinginan. Kedinginan karena baju yang basah oleh keringat plus kedinginan karena hujan.

Medannya, ganaaaas

Ayah / Bapak Kayat Sudin (ketua Kripala) pun mengintruksikan ke semua dari kita untuk siap-siap berjalan Malam hari, persiapkan semua peralatan pendukung seperti senter. Diperkirakan sekitar jam 8an malam kita baru akan sampai di puncak.

Dijalur pendakian gunung-gunung di Bali tidaklah seperti jalur pendakian di Jawa ataupun di luar Bali yang ada pos-posnya, Di jalur pendakian gunung Batukaru ini tidaklah ada Pos-pos pemberhentian, bahkan tempat datar untuk mendirikan Camp pun tidak ada, kecuali di puncak. Maka dari itu kita putuskan untuk langsung ke puncak tanpa nge’camp di pertengahan walaupun hari sudah malam.

Medan tanjakan di gunung ini terbilang extreme, tanjakan didominasi akar-akar pohon yang melintang yang ditutupi dedaunan dan tanahnya sangatlah licin (tanah liat). Saat kita berada diatas ketinggian 1700 meter, tanjakan sudah mulai semakin tegak, yang memaksa kita untuk merangkak, selain itu banyak juga kita melalui pepohonan yang tumbang entah itu dikarenakan lapuk dimakan usia atau tertiup angin, sehingga menghalangi jalan. Sering kali tas yang kita gendong tersangkut di ranting-ranting pohon yang sangat rimbun. Semakin tinggi altitude, semakin banyak rintangan yang dilalui, jalan setapak semakin sempit bahkan tidak terlihat ada jalan.

Saat mencapai ketinggian 2000 meter hujan sudah mulai reda, namun banyak dari kita sudah basah kuyup dikarenakan keringat dan air hujan. Beberapa dari kita mengalami kedinginan yang ekstrem (hipotermia). Saat mengalami hipotermia ini, kita mengganti pakaian dengan yang kering dan berpelukan satu sama lain untuk menghangatkan tubuh. Sempat terpikirkan untuk nge’camp di area ini, namun niat itu kami urungkan dikarenakan tempatnya yang sangat terbatas dan tak ada tempat datar yang memungkinkan untuk mendirikan tenda.

Perjalanan kami lanjutkan, alangkah prustasinya kami melihat medan pendakian di depan, setelah tanjakan yang sangat ekstrem malah ada turunan lagi yang sangat lebat dikelilingi semak-semak berduri. Dengan harap-harap cemas kita lalui tanjakan dan turunan yang di sampingnya ada jurang yang sangat dalam, kalau terpeleset sedikit saja sudah pasti kita akan jatuh ke jurang tersebut.

Langkah kami terhenti saat melewati tempat datar, teman kami sampar-angin dan komang odon yang sudah duluan jalan terlihat berbaring di bawah terpal. Mereka tertidur di dalam sleeping bag, beratapkan terpal. Mereka terkena hipotermia, dan terpaksa harus berhenti disana. Ayah atau Bapak Kayat Sudin selaku ketua Kripala dan ketua pendakian memutuskan untuk yang sakit atau yang tidak kuat untuk tidur ditempat ini sementara. Akhirnya 6 orang dari kami termasuk saya memutuskan untuk tidur disini, dan yang lainnya melanjtkan pendakian ke puncak. Kalau dipaksakan, saya sendiri sebenarnya cukup kuat untuk melanjutkan pendakian, namun keponakan saya “Arika” meminta untuk beristirahat disini dulu.

Jarum jam menunjukkan di angka 22:00, saat kami terlelap tidur, hujan deras kembali turun. Kehawatiran saya pun kembali terjadi. Air hujan menembus terpal atau tenda yang kami dirikan, selain dari atas air juga mengalir di bawah punggung kami. Sleeping bag kamipun basah, sesekali saya berusaha untuk menghibur Arika (keponakan) agar kuat menghadapi ini, semalaman penuh kami terjaga, mau berbaring tidak bisa, mau tidur sambil dudukpun sungguh sulit. Dingin sungguh menusuk ke kulit, membuat gigi kami berdetak.

Pagi pun tiba, kami berenam memutuskan melanjutkan perjalanan ke puncak. Yang kami nggak ngerti, jalanan menuju puncak ini didominasi tanjakan dan turunan yang sangat ekstrem, di sisi kiri kanannya jurang yang sangat dalam, beberapa kali melewati jalur yang menurun, padahal menuju puncak seharusnya trek keatas, dikarenakan hujan, trek yang kami lalui sangatlah licin. Setelah berjalan 10 menit dari tempat berkemah semalam, kami pun melihat teman-teman yang lainnya sudah meneguk hangatnya kopi. Ternyata jarak tempat kami tidur semalam tidaklah jauh dengan puncak. “Bagusan semalam aja ya langsung muncak”, pikir saya dalam hati. But..rasa capek itu telah sirna, kita ber 23 komplit semua sudah sampe puncak dengan selamat.

Saya dan keponakan.

Ternyata banyak juga pendaki lainnya yang nge’camp di puncak, jika dihitung mungkin ada sekitar 10 tenda, termasuk tendanya kita. Kebanyakan dari mereka melalui jalur yang paling dekat yaitu dari arah barat lebih tepatnya dari Desa pujungan yang hanya perlu waktu 4 jam. Dan dari jalur pendakian yang kita lalui dari Jatiluwih kira-kira 7,5 jam sampai 8,5 jam. Bahkan ada grup pendaki lainnya dari Desa Jatiluwih yang naiknya bersamaan dengan kami, mereka baru sampai jam 10 malam atau 10,5 jam perjalanan.

Capek, dingin dan prustasi semuanya sirna ketika kami melihat pemandangan yang sungguh tiada duanya. Seluruh bali bahkan pulau-pulau sekitarnya bisa kami lihat dari pincak ini, sisi barat terlihat gunung raung (pulau jawa), di utara hamparan laut dan kota singaraja, ke arah timur sedikit ada danau tamblingan. Jauh di timur ada Gunung Agung, dan dibelakangnya samar-samar terlihat gunung rinjani (lombok). Agak keselatan sedikit diseberang lautan tampak pulau Nusa penida, dan dari arah selatan terlihat area Kakinya bali, Jimbaran, jalan tol Bali Mandara, bahkan Patung GWK pun kami bisa melihat dari sini.

Tampak gunung agung di sisi timur

Sebelum kami berbalik turun ke bawah, tidak lupa kami semua berkumpul dulu di utamaning mandala pura puncak kedaton untuk memanjatkan doa puji syukur kehadapan tuhan yang maha kuasa, karena beliau telah memberikan kami semua keselamatan sampai di puncak, dan semoga kedepannya kami diberikan kesuksesan apa yang kami cita-citakan.

Area kakinya Bali, Jimbaran, nusa dua dan jalan tol Bali Mandara

Jam 9 pagi, kami turun gunung lewat jalur yang sama saat kami naik sebelumnya, lewat jatiluwih. Kembali kami melewati semak-semak Yang begitu lebat yang cukup sulit dilewati, belum lagi medannya yang super licin.

Lama kelamaan robongan besar kami pun terpecah-pecah, dari yang awalnya saling beriringan ber 23, kini menjadi rombongan kecil-kecil. Yang kuat dan lincha mulai merangsek kedepan, dan yang agak lambatan mulai kebelakang. Keponakan saya “Arika” yang awalnya ada di barisan depan lambat laun akhirnya bersama saya dan 5 teman lainnya paling belakang. Saya sendiri terkendala dengan sandal yang putus di sisi kanan, mengharuskan diri untuk extra pelan-pelan untuk menuruni gunung yang begitu licin ini. Thanks to Om Ugik yang udah sangat sabar mem’Back-up keponakan saya agar kuat sampe dibawah, dan juga teman-teman yang lainnya yang begitu sabar bareng-bareng saling menyemangatkan sesama. kami berenam berada di barisan terbelang, komang, pakde klungkung, putu Deta, Arika, Om Ugik dan saya sendiri.

Perjalanan turun kami berenam sangatlah lambat, dikarenakan Arika masih sangat takut dengan jalanan yang licin, dia masih belum berani untuk melangkahkan kakinya dengan cepat. Beberapa kali saya dengan Om Ugik mengajarkan Arika teknik menghadapi trek yang licin, begitu juga dengan yang lainnya, terus memberikan semangat dan support agar dia kuat. Agar mental dia semakin kuat walaupun penuh dengan cobaan.

Dilain hal, sandal yang saya pakai sudah mulai tidak bersahabat, final decision akhirnya saya lakukan, akhirnya dengan sangat berat hati sandal itu saya pensiunkan, terpaksa harus bertelanjang kaki alias nyeker menghadapi trek yang begitu ekstrem ini. Beberapa kali teman-teman mengingatkan untuk hati-hati kalau tidak memakai sandal. Tapi tak apalah, lebih baik nyeker dibandingkan tidak nyaman dan dipersulit sandal yang sudah putus.

Jam menunjukkan pukul 12:30, hal yang kami kawatirkan pun terjadi. Hujan sudah mulai menetes, mempersulit kami saat melangkahkan kaki. Semakin lama semaki deras sajan hujan membasahi tubuh ini, karena semangat kami menuruni gunung, dingin tidaklah terasa. Karena saking derasnya hujan, trek yang kami lewati bukan lagi seperti jalan setapak, malah terlihat seperti sungai yang dipenuhi air yang berwarna coklat, beberapa kali kami terjatuh, tapi tidaklah membuat semangat ini gentar, kami tetap melanjutkan perjalanan walaupun basah kuyup.

Akhirnya kami berada di hutam pandan raksasa, berarti garis finish sudah sangat dekat di depan. Saya yang bertelanjang kaki ini beberapa kali ditusuk duri atau ranting yang terinjak, darah terlihat mengalir di kaki, namun tidak saya hiraukan, entah itu terkena duri, ranting atau mungkin digigit pacet, pokus diri agar sampe dibawah, luka atau gimanapun itu, sampai dirumah bisa diobati.

Akhirnya deretan pohon bambu yang besar terlihat, tandanya kami sudah mau sampe dibawah. Syukur, senang jadi satu, akhirnya kami berenam sampai dengan selamat, walaupun kami terlambat 2 jam dibandingkan teman-teman yang dibarisan terdepan.

Jadi segitu cerita kami saat mendaki Gunung Batukaru, disini kami bisa mengambil ikmah, sebesar apapun cobaan itu, asalkan dihadapi dengan tegar dan semangat, pasti berhasil. Kesabaran, saling menolong sesama dan saling support.

Sedikit saran dari kami pada teman-teman yang akan mendaki gunung batukaru ini, sebaiknya mendaki dari jalur pujungan, memang agak jauh dari arah Denpasar ataupun dari bali bagian selatan dan bali bagian timur. Namun treknya jauh lebih cepat dan medannya lebih bersahabat. Selain itu persiapkan segala kebutuhan, seperti jas hujan, pakaian pengganti yang lebih, makanan secukupnya. Ingat gunung ini tipe lembab dan sering hujan, persiapkan diri dan fisik.

Sekian dulu dan terimakasih sudah berkunjung ke blog ini.